Senin, 16 Juni 2014

Ikrar dan Janji karate - do gojukai


                                          IKRAR DAN JANJI KARATE – DO GOJUKAI

Hitotsu’ Jinkaku Kanseni Suto’ Muru Koto’
Hotosu’ Makoto No Michi O’momuru Koto’
Hitotsu’ Daryo Ko No Sei Shin Oyasinau Koto’
Hitotsu’ Reigi O’ O’manzuru Koto’
Hotosu’ Kekki No Yu’ O’imashimuru Koto’
Pertama berupaya keras untuk menyempurnakan karakter
Pertama membela jalan kebenaran
Pertama meningkatkan semangat untuk maju
Pertama menghormati prinsip-prinsip etika
Pertama melindungi diri dari godaan jahat
Kami karateka Gojukai senantiasa akan berlatih keras dan menguasai
Karate–Do Gojuryu sebagai wujud;
Terima kasih kepada:
Soke Chojun Miyagi, Sensei, Pencipta Gojuryu Karate–Do
Terima kasih kepada:
Saiko Shihan Gogen Yamaguchi, Hanshi Sensei Pendiri Gojukai Karate-Do
Terima kasih kepada:
Kaico’ Saiko Shihan Gossi Yamaguchi, Hanshi Sensei, Maha Guru Tertinggi kami
Terima kasih kepada:
Shihan Setyo Haryono Sensei, Pendiri Gojukai Indonesia
Kami merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat mempelajari Karate-Do Gojuryu dan berjanji:
Mempelajari Karate-Do hanya untuk tujuan-tujuan mulia
Mempelajari Karate-Do dengan semangat dan jiwa ksatria
Menjunjung tinggi nama baik perguruan dalam ucapan dan tindakan.

Master Gojuryu

Karate-do GOJU RYU

Goju Ryu yang merupakan hasil penyempurnaan Naha Te setelah dilengkapidengan tehnik-tehnik Tai Chi Chuen dan Pa kua Chang (dua jenis aliran Beladiri lunak Cina) dari propinsi Fu Kien dan cara pernapasan Zen.

Perpaduan keempat ilmu tadi dilakukan atas kreasi  jenius dari seorang bernama Master Choyun Miyagi, murid terbaik Master Kanryo Higaonna.Oleh karena masuknya unsur-unsur Silat lunak Cina kedalam Goju Ryu maka gerakan-gerakan itu tidak lagi kaku seperti Naha Te, melainkan melingkar dan kadang-kadang lemas. Ciri lain dari gerakan Goju Ryu ini adalah penggunaan ilmu Pernapasan.

Choyun Miyagi menamakan aliran karatenya dengan nama Goju Ryu karena di ilhami oleh 8 prinsip dari kungfu Cina Tradisional yang tercantum dalam kitab kuno Bu Bi Shi. Go = Keras, Ju = Lunak dan Ryu = aliran.


Ke 8 prinsip itu adalah :
  1. Jiwa harus bersatu dengan dunia dan akhirat.
  2. Sirkulasi irama tubuh adalah similar dengan sirkulasi matahari dan bulan.
  3. Cara menarik dan menghembuskan napas adalah keras dan lunak.
  4. Tindakan senantiasa berkaitan dengan waktu dan perubahan.
  5. Tehnik-tehnik akan terjadi pada saat pikiran dalam keadaan kosong.
  6. Kaki harus maju dan mundur, berpisah dan bertemu.
  7. Mata tidak boleh lalai sedikitpun.
  8. Telinga harus mendengarkan dengan baik kesemua penjuru.

     

          Bentuk fundamental dari goju adalah Sanchin dan Tensho yang merupakan symbol Go dan Ju. Selama melakukan sanchin, seluruh otot dalam tubuh harus dalam keadaan penuh, tidak ada satu titikpun dari tubuh kita yang tidak dalam keadaan siap menghadapi serangan, dengan kata lain, semua bagian tubuh ketika memainkan Sanchin berada dalam keadaan “full of Fighting spirit” inilahkhas bentuk Go (keras)
      
          Tensho meskipun tidak menampilkan keadaan “ the fighting Spirit” seperti sanchin, tetapi tensho menunjukkan gelombang yang keluar dari dalam tubuh, dalam wujud gerakan lambat berliku-liku kemudian secara tiba-tiba meledak keluar inilah Ju.

           Merupakan suatu yang bebas dan mudah untuk bergerak dari keadaan Go ke Ju, atau sebaliknya Ju ke Go. Serangan Go harus ditaklukkan dengan Ju, sebaliknya serangan Ju harus di “counter” dengan Go untuk membuat lawan tidak berdaya. Inilah rahasia yang terkandung dalam Sanchin dan Tensho.

            Pernapasan , tubuh dan Jiwa memiliki hubungan yang teramat erat, olehnya itu adalah merupakan suatu hal yang esensial untuk melatih tehnik pernapasan Karateka Goju Ryu menggunakan tehnik pernapasan yang unik sebelum dan sesudah berlatih. Konsentrasikan kekuatan seluruh otot pada satu titik dan secara sadar. Aturlah pernapasan dalam tubuh, yang membawa fisik atau mental pada bentuk yang diinginkan.

           Didalam Goju ada kata dengan gerakan-gerakan hewan seperti Anjing, kucing, bangau dan lain-lain. Bahkan pernapasan goju mengingatkan kita pada suara raungan singa. Meniru posisi binatang tertentu, menyebabkan lawan tertutup kesempatannya untuk menyerang kita. Serentak juga bermamfaat untuk mengkonsentrasikan kekuatan bertarung dari seluruh tubuh dan spirit.

           Kemampuan untuk melawan musuh, tercermin dari keadaan jiwa yang tidak gelisah atau risau, hanya keadaan seperti itu seorang mampu menghadapi musuh dengan sukses.
Tubuh harus terbebas dari segala macam pikiran dalam pertarungan itu sehingga mampu mengendaikan lawan.

           Karate goju merupakan tradisi beladiri tertua yang tetap mempertahankan bentuk-bentuk binatang dan pernapasan yang unik sebagai bentuk tradisional dari seni beladiri yang penuh dalam semangat tempur. Go yang dikordinasikan dengan Ju merupakan wujud tertinggi dari bentuk pertarungan.
Seperti halnya akan alam semesta yang kekal abadi maka didalam Go dan Ju, senantiasa dijumpai kesempurnaan yang harmonis, Goju karate menggabungkan prinsip-prinsip yang serupa dengan prinsip alam semesta, untuk mencapai keindahan, keharmonisan dan semangat yang baik dan tinggi.

          Baik Goju Ryu maupun Shorin Ryu, di Okinawa dikenal sebagai ilmu beladiri “Tangan Cina” karena pengertian Karate yaitu Kara = Cina, Te = Tangan. Tetapi pada awal abad 20, setelah masuk ke Jepang, pengertiannya berubah menjadi “ Tangan Kosong” karena jepang mengartikan Kara = Kosong, Te = Tangan.

          Ini berarti bahwa ilmu beladiri karate adalah ilmu beladiri yang tidak mengunakan senjata selain dari bagian-bagian tubuh manusia sendiri yaitu terdiri atas tangan, kaki dan kepala, pengertian “Do”  atau jalan, berarti bahwa mempelajari Karate itu tidak ada tamatnya, jadi latihan seni beladiri adalah latihan seumur hidup.

         Bagi seorang yang melatih diri dalam Karate Do dinamai “karateka” tetapi seorang karateka harus berupaya untuk tiba pada tingkatan seorang “Bushi” predikat yang lebih tinggi lagi dari karateka, karena jika seorang Karateka telah mencapai tingkatan “Bushi” berarti karateka itu benar-benar menguasai seluruh aspek seni beladiri, mempunyai cara hidup yang benar dan berkepribadian yang luhur melalui latihan seni beladirinya.