Goju Ryu yang merupakan hasil penyempurnaan Naha Te setelah
dilengkapidengan tehnik-tehnik Tai Chi Chuen dan Pa kua Chang (dua jenis
aliran Beladiri lunak Cina) dari propinsi Fu Kien dan cara pernapasan
Zen.

Perpaduan keempat ilmu tadi dilakukan atas kreasi jenius dari seorang bernama
Master Choyun Miyagi, murid terbaik
Master Kanryo Higaonna.Oleh karena masuknya unsur-unsur Silat lunak Cina kedalam Goju Ryu
maka gerakan-gerakan itu tidak lagi kaku seperti Naha Te, melainkan
melingkar dan kadang-kadang lemas. Ciri lain dari gerakan Goju Ryu ini
adalah penggunaan ilmu Pernapasan.
Choyun Miyagi menamakan aliran karatenya dengan nama Goju
Ryu karena di ilhami oleh 8 prinsip dari kungfu Cina Tradisional yang
tercantum dalam kitab kuno
Bu Bi Shi.
Go = Keras,
Ju = Lunak dan
Ryu = aliran.
Ke 8 prinsip itu adalah :
- Jiwa harus bersatu dengan dunia dan akhirat.
- Sirkulasi irama tubuh adalah similar dengan sirkulasi matahari dan bulan.
- Cara menarik dan menghembuskan napas adalah keras dan lunak.
- Tindakan senantiasa berkaitan dengan waktu dan perubahan.
- Tehnik-tehnik akan terjadi pada saat pikiran dalam keadaan kosong.
- Kaki harus maju dan mundur, berpisah dan bertemu.
- Mata tidak boleh lalai sedikitpun.
- Telinga harus mendengarkan dengan baik kesemua penjuru.
Bentuk fundamental dari goju adalah
Sanchin dan
Tensho yang merupakan symbol
Go dan
Ju.
Selama melakukan sanchin, seluruh otot dalam tubuh harus dalam keadaan
penuh, tidak ada satu titikpun dari tubuh kita yang tidak dalam keadaan
siap menghadapi serangan, dengan kata lain, semua bagian tubuh ketika
memainkan Sanchin berada dalam keadaan “
full of Fighting spirit” inilahkhas bentuk Go (keras)
Tensho meskipun tidak menampilkan keadaan “
the fighting Spirit”
seperti sanchin, tetapi tensho menunjukkan gelombang yang keluar dari
dalam tubuh, dalam wujud gerakan lambat berliku-liku kemudian secara
tiba-tiba meledak keluar inilah Ju.
Merupakan suatu yang bebas dan mudah untuk bergerak dari
keadaan Go ke Ju, atau sebaliknya Ju ke Go. Serangan Go harus
ditaklukkan dengan Ju, sebaliknya serangan Ju harus
di “counter” dengan Go untuk membuat lawan tidak berdaya. Inilah
rahasia yang terkandung dalam Sanchin dan Tensho.
Pernapasan , tubuh dan Jiwa memiliki hubungan yang teramat erat,
olehnya itu adalah merupakan suatu hal yang esensial untuk melatih
tehnik pernapasan Karateka Goju Ryu menggunakan tehnik pernapasan yang unik sebelum dan
sesudah berlatih. Konsentrasikan kekuatan seluruh otot pada satu titik
dan secara sadar. Aturlah pernapasan dalam tubuh, yang membawa fisik atau mental pada bentuk yang diinginkan.
Didalam Goju ada kata dengan gerakan-gerakan hewan seperti Anjing,
kucing, bangau dan lain-lain. Bahkan pernapasan goju mengingatkan kita
pada suara raungan singa. Meniru posisi binatang tertentu, menyebabkan
lawan tertutup kesempatannya untuk menyerang kita. Serentak juga
bermamfaat untuk mengkonsentrasikan kekuatan bertarung dari seluruh
tubuh dan spirit.
Kemampuan untuk melawan musuh, tercermin dari keadaan jiwa yang tidak
gelisah atau risau, hanya keadaan seperti itu seorang mampu menghadapi
musuh dengan sukses.
Tubuh harus terbebas dari segala macam pikiran dalam pertarungan itu sehingga mampu mengendaikan lawan.
Karate goju merupakan tradisi beladiri tertua yang tetap
mempertahankan bentuk-bentuk binatang dan pernapasan yang unik sebagai
bentuk tradisional dari seni beladiri yang penuh dalam semangat tempur.
Go yang dikordinasikan dengan Ju merupakan wujud tertinggi dari bentuk
pertarungan.
Seperti halnya akan alam semesta yang kekal abadi maka didalam Go dan
Ju, senantiasa dijumpai kesempurnaan yang harmonis, Goju karate
menggabungkan prinsip-prinsip yang serupa dengan prinsip alam semesta,
untuk mencapai keindahan, keharmonisan dan semangat yang baik dan tinggi.
Baik Goju Ryu maupun Shorin Ryu, di Okinawa dikenal sebagai ilmu
beladiri “Tangan Cina” karena pengertian Karate yaitu
Kara = Cina, Te =
Tangan. Tetapi pada awal abad 20, setelah masuk ke Jepang, pengertiannya
berubah menjadi “ Tangan Kosong” karena jepang mengartikan
Kara =
Kosong, Te = Tangan.
Ini berarti bahwa ilmu beladiri karate adalah ilmu beladiri yang
tidak mengunakan senjata selain dari bagian-bagian tubuh manusia sendiri
yaitu terdiri atas tangan, kaki dan kepala, pengertian “Do” atau
jalan, berarti bahwa mempelajari Karate itu tidak ada tamatnya, jadi
latihan seni beladiri adalah latihan seumur hidup.
Bagi seorang yang melatih diri dalam Karate Do dinamai “karateka”
tetapi seorang karateka harus berupaya untuk tiba pada tingkatan seorang
“Bushi” predikat yang lebih tinggi lagi dari karateka, karena jika
seorang Karateka telah mencapai tingkatan “Bushi” berarti karateka itu
benar-benar menguasai seluruh aspek seni beladiri, mempunyai cara hidup
yang benar dan berkepribadian yang luhur melalui latihan seni
beladirinya.